Minyak goreng adalah biaya terbesar kedua warung makan setelah beras. Salah pilih ukuran, dan Anda membuang uang tanpa sadar. Tapi ambil yang paling murah per liter juga belum tentu benar.
Hitung dulu pemakaian harian Anda
Warung gorengan biasanya habis 4 sampai 5 liter sehari. Warung nasi dengan menu goreng habis sekitar 2 liter sehari. Warung kecil yang cuma menggoreng telur dan tempe, sekitar setengah liter. Angka ini menentukan segalanya.
Cocokkan ukuran dengan pemakaian
- Habis 3 liter ke atas per hari, ambil jerigen 5 liter. Harga per liternya paling murah dan Anda tidak buang waktu buka kemasan terus menerus.
- Habis 1 sampai 2 liter per hari, ambil pouch 2 liter. Lebih murah dari botol, dan minyak tidak lama kena udara.
- Habis kurang dari 1 liter per hari, ambil botol 1 liter. Kalau ambil jerigen, minyaknya keburu tengik sebelum habis.
Minyak yang tengik karena kelamaan terbuka bukan hemat, itu rugi. Ukuran yang benar adalah yang habis dalam waktu wajar.
Kenapa jerigen menang telak untuk warung gorengan
Jerigen 5 liter di gudang kami Rp 92.000 eceran, atau Rp 18.400 per liter. Botol 1 liter Rp 19.500. Selisihnya Rp 1.100 per liter. Untuk warung gorengan yang habis 5 liter sehari, itu Rp 5.500 per hari, atau Rp 165.000 sebulan. Ambil per dus isi 4 jerigen, harganya turun lagi ke Rp 17.700 per liter.
Tanda minyak Anda perlu diganti
Warnanya cokelat gelap, berbusa banyak saat dipakai, dan baunya tajam. Minyak seperti ini bikin gorengan pahit dan pelanggan tidak balik lagi. Untuk warung gorengan, ganti minyak setiap 3 sampai 4 kali penggorengan besar. Menghemat minyak dengan cara memakainya terlalu lama adalah penghematan yang paling mahal.
![[MEDIA] Adegan editorial minyak goreng. Jerigen 5 liter, pouch 2 liter, dan botol 1 liter berjajar dari besar ke kecil di sisi kanan, permukaan keramik hangat, sisi kiri lapang. Ratio 16:9.](/img/artikel/pilih-minyak-goreng.jpg)
![[MEDIA] Karung beras anyam plastik putih 5 kg berdiri tegak, jahitan atas rapi, jendela transparan memperlihatkan butiran beras putih. Tengah frame, simetris. Ratio 1:1.](/img/products/beras-pandan-wangi-premium-5kg-main.jpg)
![[MEDIA] Karung beras 5 kg yang sama dari sudut tiga perempat 30 derajat, sedikit beras tercecer di permukaan keramik. Ratio 1:1.](/img/products/beras-pandan-wangi-premium-5kg-alt.jpg)
![[MEDIA] Sak beras 25 kg dari kain anyam tebal, berdiri tegak, jahitan benang tebal di bagian atas, permukaan karung sedikit bertekstur. Tengah frame. Ratio 1:1.](/img/products/beras-setra-ramos-sak-25kg-main.jpg)
![[MEDIA] Sak beras 25 kg yang sama dari sudut tiga perempat 30 derajat, bagian atas terbuka sedikit dengan centong kayu bersandar. Ratio 1:1.](/img/products/beras-setra-ramos-sak-25kg-alt.jpg)
![[MEDIA] Botol PET minyak goreng 1 liter berdiri tegak, minyak kuning keemasan jernih di dalam, tutup ulir merah, badan botol beralur. Tengah frame, simetris. Ratio 1:1.](/img/products/minyak-goreng-botol-1l-main.jpg)
![[MEDIA] Botol minyak goreng 1 liter yang sama dari sudut tiga perempat 30 derajat, cahaya menembus minyak keemasan. Ratio 1:1.](/img/products/minyak-goreng-botol-1l-alt.jpg)